Di tengahnya terik matahari, Zest yang sedang tertidur pulas terbangunkan oleh suara bising dari luar jendela apartemennya. Di sana ia hanya tinggal seorang diri karena orang tuanya telah meninggal dan saudaranya yang tinggal di luar kota. Zest pun tergerak untuk melihat keluar jendela. Dengan muka lesu, Ia melihat banyak sekali orang berkerumunan di seberang jalan apartemennya, dan polisi yang sibuk membuat garis batas. Namun ia terkejut setelah melihat ada seorang lelaki tua yang tergeletak berlumuran darah di pinggir jalan, tepatnya di depan apartemen Oxlord. Apartemen tersebut terletak pada tiga bangunan di sebelah apartemen milik Zest. Setelah mengganti pakaian, dengan segera iya turun ke bawah dan masuk ke kerumunan masyarakat yang masih bertanya-tanya apa yang sebenarnya telah terjadi. Mungkin itu juga apa yang sedang dipikirkan oleh Zest saat itu. Ia langsung menelusup ke depan, dan terlihatlah bahwa lelaki tua itu adalah Tuan Ox, pemilik apartemen Oxlord tersebut. Tuan Ox yang memiliki nama panjang Oxmannen Vallen, adalah seorang pebisnis yang cukup besar di kota itu. Ia memiliki beberapa bisnis properti dan industri tekstil.
Di sudut bersebrangan, Zest melihat seorang wanita tua yang sedang menangis tersedu-sedu dengan polisi yang menahannya agar tidak mendekati mayat Tuan Ox. Wanita tua itu terlihat sangat shock dengan kejadian itu. Zest mengira kalau itu adalah istri dari Tuan Ox, tetapi yang ia tahu bahwa istrinya telah meninggal satu tahun yang lalu karena terkena serangan jantung.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar